Assalammualaikum
Warrahmattullah Hiwabarokatuh
Osotif(Orang tua sotif)pasti pasti
sering mebiasakan Sotif memakan sayuran. Apakah betul cara mengolah sayuran
tersebut? itu kita akan bahas.
Banyak Osotif yang tidak tahu cara
mengolah sayur, dan ketika sayur itu dimasak ,kandungan gizi nya akan hilang.
Contohnya, Kandungan phytochemical dan
antioksidan didalam sayuran terbukti mampu mencegah kanker,penuaan dini,
Memperkuat tulang, dan menajamkan daya ingat. Namun lagi lagi, zat ini dapat
hilang karena kesalahan pada cara mengolahnya.
Penelitian pada Inggris pada 2007 juga
memnemukan fakta sayur Brokoli dan kembang kol akan kehilangan antioksidannya
saat dimasak dengan cara direbus. Sayuran ini dinilai lebih baik dimasak dengan
cara dikukus untuk mempertahankan zat pelawan radikal bebas tersebut. Oh iya,
jangan coba memasak dengan cara memasukannya ke Microwave
karena gelombang panasnya akan menghilangkan,tidak hanya antioksidan, tetapi
juga vitamin dan Beta karoten.yang ada.
Nah Osotif dan Sotif nih, ada beberapa
Tips cara memasak sayur!
Jangan terlalu lama memsak
sayur,Karena semakin lama dimasak semakin berkurang nutrisi didalm sayuran
tersebut. Patokannya sayur menjadi lembut, bukan lembek atau layu.
Metode masak yang paling dianjurkan
adalah dengan dikukus, tetapi kalau kita
terpaksa harus menumis, pastikan minyak yang digunakan tidak banyak dan jangan
biarkan sayur dimasak dalam wajan terlalu lama.
Untuk sayuran dengan lapisan kulit
yang dapat dimakan, sebaiknya tidak perlu dikupas. Sebab didalm kulit itulah
tetdapat Phytochemical paling banyak
Sayur yang sudah dimasak, Usahakan
tidak dipanaskan berkali-kali jika memang terpaksa, 1 kali pemanasan adalah yang disarankan. Karena, semakin
sering sayur bersentuhan dengan panas, Enzim-enzim dalam sayur akan hilang.
Jika kuah sayur yang kita masak masih
bersisa, kreasikan untuk diolah menjadi sup agar nutrisi dan mineral yang larut
dalam air tersebut dapat kita manfaatkan kembali
Jadi Osotif dan Sotif sudah tahu kan
cara mengolah sayur.
Assalammualaikum
Warrahmattullah Hiwabarokatuh
Source:Majalah Askes
Tidak ada komentar:
Posting Komentar